Rabu, 16 Oktober 2019
Kisah Perjalanan Hidup Ir.Poltak Pakpahan Yang Pernah Bekerja Sebagai Buruh Bangunan
Senin, 06 Mei 2019 14:21 WIB

Inilah kisah seorang anak manusia melawan kerasnya hidup,dengan segala kekurangan dia berhasil menaklukan dunia, mewujudkan mimpi meraih cita cita. Lahir dari keluarga sederhana,ayah dan ibunya adalah seorang guru sederhana di desa parsorminan kec pangaribuan taput sumut.Dia adalah Ir.Poltak Pakpahan putra dari Alm Gr Einde Pakpahan dan Ibu Br Sormin,yang akrap disapa Bapak Porman.Lika-liku kehidupan yang dijalani Poltak Pakpahan yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Tapanuli Utara mungkin tidak berbeda dengan kehidupan masyarakat biasa, yang bekerja keras banting tulang hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membantu orangtua untuk menyelesaikan pendidikanya dan adik-adiknya.

Ir Poltak Pakpahan lahir di desa parsorminan kec pangaribuan taput 24 september 1965,dia anak kedua dari delapan bersaudara.Memulai pendidikan dasar di SDN Parsorminan,melanjutkan ke SMPN 1 Pangaribuan,saat menjalani pendidikan di SMPN 1 Pangaribuan,Poltak adalah termasuk siswa berprestasi,kenangan juara satu atau dua adalah merupakan langgananya.

Saridewi Pakpahan Saudara perempuan poltak pakpahan,bercerita tentang sikap optimis abangnya saat sekolah smp,pernah sekali poltak protes kepda guru karena juara satu jatuh ke yang lain.‘‘Abang poltak pernah dulu waktu smp pangaribuan protes ke wali kelasnya,karena dia juara dua,poltak meminta diuji ulang supaya hasilnya jelas siapa juara satu,pokoknya dia tidak terima.Untunglah bapak kami menengahi persoalan hingga abang poltakpun pasrah menerima juara dua”,ungkap sari dewi pakpahan.

Selesai menamatkan pendidikan di SMPN 1 Pangaribuan,poltak melanjutkan pendidikan menengah atas di SMA Methodis Medan,gelar juara selama di SMA Methodis Medan tetap dia borgol.Kepintaran yang dimiliki poltak tentunya bukan semata mata karena keuletnya belajar tetapi juga karena dukungan orangtuanya untuk menomorsatukan pendidikan.Selain prestasi dalam pendidikan,kedua orangtua poltak yang juga guru sekolah,selalu menerapkan disiplin kepada seluruh anak-anaknya agar menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual,emosional dan spritual.

Setamat dari SMA Methodis Medan,poltak masuk perguruan tinggi  DIII politeknik Universitas Sumatera Utara (USU),untuk mendapat gelar jenjang  S1,poltak melanjutkan pendidikan ke Universitas Nomensen Medan.Ketika poltak pakpahan masih belajar di nomensen untuk gelar S1, sang ayah guru Einde pakpahan meninggal dunia,kematian orangtua poltak sangat menguncang jiwanya,dia hampir meninggalkan bangku kuliah,tapi karena ibundanya br sormin selalu memberi semangat yang secara perlahan membuat poltak semakin dewasa dan pasrah untuk terus menyelesaikan bangku kuliah.

Kematian orangtua poltak pakpahan saat masih menyelesaikan bangku kuliah di Universitas Nomensen,tidak hanya membuat hatinya sedih tetapi pasokan biaya untuk kuliah akan berkurang dari kampung sebab hanya mengandalkan gaji ibunya sendiri dan pensiunan sang ayah,sementara adik adiknya juga sangat membutuhkan biaya.Situsi ini memaksa poltak untuk mencari uang tambahan membantu orangtua ,lewat karya-karyanya sebagai seorang arsitek bangunan,poltak bisa membantu adik adiknya dan uang kuliahnya sendiri.

Itulah kepribadian poltak,kondisi ini membentuk karakternya yang sadar betul arti dari kerja keras. Untuk mencapai keberhasilan, seseorang harus kuat hati menantang diri melawan rasa malas. Keterbatasan yang dimiliki poltak  tidak membuat dirinya mudah menyerah sekaligus tak gampang jumawa,meski sudah berhasil menjadi arsitek panggilan,selain ikut juga buruh bangunan poltak juga jadi asisten dosen,semuanya itu dilakukan untuk tambahan biaya kuliah dan adik adiknya dengan tekad harus lolos.Masa masa itulah poltak mulai bergabung dengan PDI Perjuangan saat itu masih PDI,selain ikut organisasi partai,poltak juga masuk organisasi pemuda Kristen dan organisasi yang menentang rezim orde baru kala itu.

Tahun 1990,poltak pakahan berhasil menyelesikan bangku kuliah dari Universitas Nomensen Medan.Poltakpun memulai pekerjaan sebagai arsitek pada perusahaan kontraktor infrastruktur swasta di kota medan.Bekerja di perusahaan swasta lantas tidak membatasinya untuk berkarya dibidang arsitek bangunan,saat libur kerja dia juga menerima pesanan lain diluar perusahaan untuk menambah penghasilanya.

Poltak pakpahan bertemu pujaan hatinya saat dia ditugaskan menangani proyek di Kota Padang Sidempuan,hanya beberapa meter dari kos penginapanya ada seorang perempuan cantik yang bikin hatinya klepek klepek,perempuan itu adalah Sermeida Hararap.Pada pertemuan pertama saja poltak memastikan bahwa dialah perempuan yang kelak menemani dia kala susah atau senang dan menjadi ibu dari anak anaknya.

“Sermeida Harahap,jujur..…kamu sangat cantik sekali,aku yakin aku tidak mencarimu,kamu juga tidak mencariku,tapi Tuhanlah yang mempertemukan kita berdua”,kata poltak kala itu dengan mantap.Kini mereka telah dikarunia empat putra,yang sulung Porman Pakpahan sedang menyelesaikan S1 Hukum di USU.

Keterlibatan Poltak dengan PDI Perjuangan yang  dimulai sejak mahasiswa terus dia pupuk,sambil bekerja sebagai kotraktor dukunganya untuk partai berlambang moncong putih itu terus diikuti dengan mengabdikan diri sebagai Ketua Pengurus Anak Cabang PAC PDIP Kecamatan Medan Perjuangan.Pada tahun 2004,Poltak sempat mendaftar menjadi calon anggota DPRD Kota Medan melalui PDI Perjuangan namun ternyata dia belum lolos pada waktu itu,kekalahan tersebut tak lantas membuatnya loncat ke partai lain,dia justru semakin militan akan PDIP. Akhirnya pada tahun 2009,poltak pulang kampung ke tapanuli utara,poltak berhasil duduk menjadi anggota DPRD dari PDI Perjuangan di Dapil III Sipahutar Pangaribuan dan Garoga.Pada Pileg 2014 poltak maju lagi dari dapil IV (empat) yang meliputi Sipahutar Pangaribuan dan Garoga,poltak juga menang dengan suara person terbesar,tahun 2015 poltak di percaya menjadi sekertaris DPC PDP Kab Tapanuli Utara dan 23 juli 2018 kembali dipercaya sebagai ketua DPRD Tapanuli Utara menggatikan Ottonyer Simajuntak.

Poltak pakpahan sebagai poltisi juga sebagai pelayan di gereja,perjuangan dan kegigihanya tentu dukungan istri Sermeida harahap dan berkat didikan kedua orang tuanya, alm Gr Einde Pakpahan dan ibunda Br Sormin, talenta dan jiwa kepemimpinanya tumbuh kuat.

Pada pemilu 2019 yang baru lalu,kembali poltak dipercaya masyarakat Sipahutar Pangaribuan dan Garoga menjadi DPRD Taput untuk periode yang ketiga kalinya.Begitu banyak kisah yang dapat kita ambil pelajaran di dunia ini, dan banyak sekali hikmah yang dapat diambil sebagai motivasi dan kekuatan buat kita menjalani hidup yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Sering kita putus asa ketika harapan dan keinginan tidak terwujud. Padahal dibalik itu semua sebenarnya ada hal yang patut kita syukuri sebagai kekuatan buat kita bangkit dari keterpurukan.

Perjalanan karir Ketua DPRD Taput ini tidak serta merta langsung melenggang pada puncak keberhasilan. Sama seperti kebanyakan orang, poltak pun melewati ‘jatuh bangun’ dalam perjalanan hidupnya.Di sisi lain, perkara nilai-nilai keagamaan pun begitu lekat dalam diri poltak. Di setiap perjuangan yang dijalani, ia pun tak pernah lupa berdoa dan ke Gereja untuk memuji kebesaran Tuhan,agar merestui setiap langkah dan usahanya.

Penulis : Gompang Gultom
Editor : Admin
Sumber : Saridewi Pakpahan
Kategori : Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Lingkungan, Pendidikan, Peristiwa, Hukum, Politik, Nasional
Berita Lainnya
Minggu, 22 September 2019 01:09 WIB
Aksi World Cleanup Day SMAN 1 Pangaribuan 2019
Rabu, 22 Februari 2017 10:56 WIB
Ketua DPR RI Apresiasi Aksi Damai 212
0 Komentar
Terpopuler
Video
Indeks Berita
www www