Minggu, 08 Desember 2019
Sianak “Penjual Tape Singkong “ Dari Lobusonak Pangaribuan Jadi Kadivpropam Mabes Polri
Sabtu, 02 September 2017 21:41 WIB

Taput Pangaribuan.Tapanulibersuara.com

Tahukah anda..! Bahwa Irjen Martuani Sormin Kadivpropam Mabes Polri semasa belajar di SMP 1 Pangaribuan pecinta lagu “Indonesia Tanah Air Beta”.

“Ya semenjak SMP lagu tersebut merupakan lagu kesukaanya”,ujar guru kesenian Sang Jenderal semasa di SMP pulo Pukka Pasaribu.Hal lain yang patut ditiru juga diceritakan teman sebaya Irjen Martuani semasa SMP Eduard Gultom,adalah kedisiplinan.Kedisiplinan di sekolah dan setelah pulang sekolah sangat tinggi,tidak ada waktu bermain main.

“Martuani dulu,kalau kami ajak barlang (sebutan untuk lari dari sekolah walau pelajaran belum selesai) dia tidak mau,dia sangat disiplin.Selain kedisiplinan,saya mengingat kenangan waktu sekolah dulu,kami sama-sama mengidolakan putri kepala sekolah Jaksan Pakpahan yang namanya kalau tidak salah Ramot Pakpahan”,ujar Eduard mengingat masa remajanya dengan Martuani.

Sekarang Irjen Drs.Martuani Sormin menjabat Kadivpropam Mabes Polri .Pengangkatan jabatan baru tersebut berdasarkan Surat Telegram Rahasia Kapolri Nomor : ST/ 1768 / VII / 2017 tanggal 20 Juli 2017 dan Keputusan Kapolri Nomor : KEP/ 756 / VII/ tanggal 20 Juli 2017.

Inilah cerita singkat Martuani dari Sekolah dasar hingga jadi Jenderal.Masih segar ingatan kita aksi dan perjuangan seorang perwira polri yang berjibaku melawan teroris ISIS di Thamrin. Padahal, saat itu sang istri br sianturi sedang sakit di RSPAD Gatot Subroto (14/1).Dia adalah Irjen Pol. Drs.MARTUANI SORMIN M.Si  yang sekarang menjabat Kadiv Propam Mabes Polri. Pria kelahiran mei 1963 di lobusonak Lumban Sormin Kec Pangaribuan Tapanuli utara.Pada saat peristiwa sarinah,Martuani adalah sebagai Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya.Saat itu rencana mau menjenguk istri br sianturi yang sedang sakit di RSPAD Gatot Subroto,di tengah perjalanan, rupanya terjadi aksi penyerangan teroris di kawasan Thamrin.Ada enam ledakan, tujuh orang tewas dan 23 lainnya luka-luka.Niat menemani istri di rumah sakit pun harus tertunda yang pilih justru turun ke lapangan untuk meringkus pelaku bom Sarinah demi keselamatan masyarakat dan Negara.Aksi heroik ini mendapat pujian dari masyarakat luas Indonesia.Usai berjibaku dengan pelaku teror, jam 5 sore menjenguk istri di RSPAD yang Kedatanganya disambut haru oleh keluarga.Pasca bom sarinah,berdasarkan Surat Telegram Rahasia ST/476/II/2016, tertanggal 28 Februari 2016,Martuani Sormin mendapat promosi menjadi brigadir jenderal dan menjabat sebagai widyaiswara madya Sespim Polri,beberapa bulan berselang Martuani menjabat Karopaminal Divpropam Polri,selanjutnya dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat.

Menjabat sebagai Kapolda Papua Barat,selama lebih kurang enam bulan,Martuani telah mengukir sejumlah prestasi, di antaranya mengurangi tingkat kriminalitas, dan memberantas peredaran Narkoba.Atas prestasinya tersebut, berdasarkan Surat Telegram Rahasia Kapolri Nomor : ST/ 1768 /VII/ 2017 tanggal 20 Juli 2017 dan Keputusan Kapolri Nomor :KEP/ 756 /VII/ tanggal 20 Juli 2017,Martuani Sormin dipromosikan jadi Kadivpropam Mabes Polri. Menduduki jabatan baru sebagai Kadivpropam Mabes Polri,Martuani Sormin, otomatis mendapat pangkat dua bintang (Irjen).

Tidak bisa dipungkiri bahwa Irjen Jenderal Drs.Martuani Sormin M.Si adalah satu-satunya putra kelahiran kecamatan pangaribuan Tapanuli Utara yang bisa berpangkat jenderal di Kepolisian ataupun di TNI,yang ada paling setingkat Kombes ataupun Kolonel.Mengetahui bahwa martuani sudah berpangkat jenderal,tak ayal,tidak sedikit masyarakat kec pangaribuan ikut meramaikan pesta syukuran di lumban sormin,masyarakat berbangga,bersuka cita.Kec pangaribuan merasa tidak kalah dengan daerah-daerah lain,anak sibulang bulangon (kebanggaan) dari pangaribuan,pada mei 2016.

Brigjen Martuani Sormin Yang masa kecilnya bercerita,semasa waktu sekolah dasar kesehariannya adalah menjual TAPE SINGKONG,Jagung rebus dan sesekali Keripik Singkong kalau hari rabu (hari dimana pasar pekan seminggu sekali) ke onan (pasar) pangaribuan dan kalau ada pesta ataupun tujuh belasan. Belajar di SDN 173191 Lumban Sormin kala itu namanya SD Center,sepulang sekolah kalau tidak hari rabu (onan),sudah menjadi rutinitas membawa dan memikul tanah kompos ke ladang atau bisa juga mengambil kayu bakar ke hutan dolok matutung.

”Memikul kompos atau kayu bakar sepulang sekolah adalah keseharian kami yang sudah dianjurkan ibu saya”ujar martuani.

Putra ke-4 dari 11 bersaudara,yang lahir dari pasangan (Alm)Op PATIAR SORMIN dan (Alm) Op Patiar Br SIANIPAR .Semasa sekolah dasar,predikat sebagai juara umum di SD Lumban sormin selalu melekat.Setelah lulus dari sd lumban sormin 1975 dengan raihan juara 1,Martuani melanjutkan pendidikan ke SMPN 1 Pangaribuan.Semasa menimba ilmu di SMP Pulo (kala itu SMPN 1 Pangaribuan masih bernama SMP Pulo) kegiatan menjual tape,memikul kompos dan ambil kayu bakar ke hutan tagahambing masih tetap pekerjaan rutinitas martuani.Dalam kesehariannya martuani sering diejek kawan-kawan sepantarnya.

“kasihan ya..si martuani ini,tiap hari kerja”ujar martuani mengingat masa lalunya.

Di SMP Pulo,walaupun martuani selalu disibukkan dengan pekerjaan yang padat,predikat juara umum di sekolah tidak dia lepaskan,bahkan semasa SMP Martuani pernah menjadi duta kecamatan pangaribuan untuk lomba cerdas cepat se-kabupaten tapanuli utara yang diselenggarakan di kota Tarutung.Setiap hari sabtu sore,Martuani harus menjemput ayahnya ke desa purbatua yang telah seminggu mengambil kemenya di hutan dengan sepeda ontel.

”ya…sepeda ontel,tiap sabtu sore sepulang sekolah harus jemput bapak (op patiar doli) ke purbatua dengan sepeda ontel,susahnya minta ampun karena jalan saat itu tidak seperti sekarang”ujarnya mengingat ayahandanya.

Setelah lulus dari smp pulo 1978,martuani melanjutkan pendidikannya di solo.Semasa belajar di SMA,martuani tinggal di rumah family dari ibunya bermarga sianipar.Sosok martuani yang penyabar,ulet,telaten,pekerja keras dan mudah berteman sukses menyelesaikan sekolahnya selama 3 tahun di SMA Jakarta .Lulus dari SMA ibundanya menganjurkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau bekerja,ibunya melarang martuani masuk pendidikan militer karena ibundanya kawatir akan keselamatan anaknya.

Tidak menyurutkan niatnya, martuani dengan cita-cita yang kuat akhirnya mencoba masuk pendidikan Akabri Kepolisian dan diterima.”berkat Tuhan akhirnya saya diterima di Akpol”ujarnya.Semasa menjalani pendidikan di akademi kepolisian,martuani tidak seperti akademi lainya mendapat tambahan uang.Kegigihan martuani akhirnya berhasil dengan predikat kategori taruna terbaik.Usai menamatkan pendidikan di akademi militer kepolisian 1987 (saat itu masih satu lembaga antara TNI dan Polisi yang namanya ABRI),ditengah keraguan ibunya atas martuani.Setelah kelulusan,Martuani pulang kampung menemui orangtuanya di lumban sormin pangaribuan taput. Sesampai di kampung halaman lumban sormin,martuani membuat surprais dengan sengaja memasuki rumahnya dari belakang,karena dia tahu bahwa jika sore hari kedua orangtuanya duduk santai dibelakang rumah.Tanpa mengetok pintu rumah,tiba-tiba Martuani sudah berdiri dihadapan orang tuanya memberi hormat,lengkap dengan baju dinas kebesaran.Op patiar sormin ayahnya dan sang ibunda Op Patiar br Sianipar Terharu menangis kebahagiaan melihat anaknya sudah menjadi perwira di kepolisian,ibunya tidak menyangka anaknya yang penjual tape singkong menjadi perwira.”Nungga polisi ho hape amang,mauliate ma di Tuhan nabasa(trimaksaih Tuhan,kamu sudah jadi polisi nak”ujar ibunya dengan terharu.

Inilah kisah seorang anak manusia melawan kerasnya hidup. Dengan segala kekurangan dia berhasil menaklukan dunia, mewujudkan mimpi meraih bintang. Lahir dari keluarga sederhana. Ayah dan ibunya adalah seorang petani sederhana di desa lumban sormin kec pangaribuan taput sumut.

Pada pesta syukuran di lumban sormin mei 2016,Martuani mengatakan Pangkat jenderal yang dipundaknya seharusnya bukan kepadanya,tapi kepada ibunya.”Seharusnya pangkat brigadir jenderal seharusnya buat ibu saya,dialah inspirator,motivator saya dan pahlawan nasional kelurga saya”ujarnya seraya mengenang ibunya op patiar br sianipar.Selamat Jenderal…!!!

Penulis : Gompang Gultom
Editor : Admin
Kategori : Hukum, Nasional, Peristiwa, Pendidikan, Lingkungan, Sumatera Utara, Tapanuli Utara
Berita Lainnya
2 Komentar

marningot


Rabu, 13 September 2017 01:15 WIB
wow berita mantab dan menginspirasi. tapi lebih update lagi ya tentang pati ( perwira tinggi) di jajaran TNI/polri. putra pangaribuan sudah ada kok yg pati di jajaran tni/polri sebelumnya.

Gompang


Rabu, 25 Oktober 2017 12:53 WIB
Mohon informasi amang ,siapa lagi putra-putri terbaik dari kec pangaribuan,akan kita publikasi amang,di beberapa media

Terpopuler
Video
Indeks Berita
www www