Rabu, 16 Oktober 2019
Upaya Pencarian Besar-Besaran,Berhasil .
Naas,Bastian Meninggal Dengan Kondisi Membusuk Dipenuhi Belatung
Senin, 08 Mei 2017 18:23 WIB

Pangaribuan,Tapanulibersuara.com

Sejak hilang seminggu yang lalu di hutan dolok matutung saat mengambil kemenyan,Bastian Pakpahan (39) akhirnya ditemukan warga  di hutan  rajaihutan dolok matutung kecamatan pangaribuan kab tapanuli utara (8/5) jam 11.30 wib kondisinya tidak bernyawa.Mayat bastian ditemukan dengan posisi telungkup  mengenaskan,badanya dipenuhi belatung,bengkak dan wajahnya sudah membusuk serta sudah tidak berbentuk.

Kronolagis penemuan,pencarian besar-besaran yang dimotori camat pangaribuan Josua Napitupulu,Kapolsek AKP MD Zen Harahap Serta Kepala desa pakpahan Saut Pakpahan dengan melibatkan ribuan masyarakat dan sukarelawan dari desa pakapahan dan sekitarnya pada senin 8/5.Mengingat sebelumnya pencarian hanya terfokus dibeberapa tempat secara berulang ulang yang tidak membawa hasil.

Atas kesepakatan,Jam 8:00 pagi dusun tagahambing jadi titik kumpul uspika,masyarakat,pramuka SMAN 1 Pangaribuan dan sukarelawan.Tim pencari dibagi menjadi 6 grup dengan tugas masing masing wilayah pencarian yang langsung dikoordinasi Camat Pangaribuan dan Kapolsek.Sebelum berangkat,tim pencari diberangkatkan dengan doa oleh pemuka agama Pdt Br Hasibuan dan Pdt Yogi Simajuntak.

Jam 9;00 wib,enam (6) grup tim pencarian melakukan penyisiran dengan menggunakan anjing pelacak milik warga serta menghidupkan 6 mesin chain saw sebagai tanda wilayah pencarian.Suara bunyi mesin chain saw terus menggelegar,menggema di lembah hutan dolok matutung rajaihutan.6 Suara mesin chain saw menderu bising saling bersahutan diantara belantara hutan,yang menurut penduduk sangat anker dan berpenghuni mahluk halus.Semangat tim pencari patut diapresiasi karena 7 hari sebelumnya siang malam mereka sudah dari lokasi tersebut melakukan pencarian.

Jam 11.30 wib,suara mesin chain saw terhenti,hutan dolok matutung rajaihutan seketika hening,dari bukti sebelah samar samar terdengar suara dari antara grup pecari...Nga..dapot...nga dapot...nga hubereng hamiiii..... (sudah dapat...sudah dapat....kami sudah melihatnya).Ternyata benar,tim penyisir grup dua menemukan korban.Grup dua berhasil menemukan korban sudah tewas di tengah-tengah hutan,kondisinya  telungkup  mengenaskan,badanya dipenuhi belatung,bengkak dan wajahnya sudah membusuk serta sudah tidak berbentuk.

Misteri penemuan bastian pakpahan menurut Polmer Simatupang,salah satu dari 7 orang sukarelawan asal desa purbatua yang tergabung dalam grup 2,mengaku sehari sebelumnya sudah mencurigai lokasi tersebut.

“Semalam (minggu 7/5) saat kami kesini ,kami sudah mencurigai lokasi penemuan ini,pasalnya di lokasi ini tercium bau busuk yang sangat menyengat dan banyak  lalat busuk,tapi karena waktu sudah menjelang sore kami urungkan untuk melanjutkannya besok.Untuk lebih gampang mencari lokasi tersebut,sengaja kami tumbang beberapa pohon sebagai pertanda untuk besok kembali ”.ungkap Polmer.

“Hari ini Karena kecurigaan kami belum terjawab,tim kami langsung menuju lokasi yang semalam,ternyata benar.Pertama salah satu teman kami melihat lilitan tali pemanjat (tali polang) di salah satu pokok kemenyan,sontak teman teman terkejut dan bau basuk makin menyengat.Saya terperangah,2 meter dari batang pokok kemenyan,terlihat sesosok mayat yang sudah membusuk telungkup serta tertutup oleh daun-daun kecil.Kami yang mengamati sepertinya tidak ada tanda-tanda kekerasan,kayaknya mirip kecelakaan kerja,atau mungkin terjatuh,buktinya semua barang barangnya masih dilokasi dan tidak ada yang hilang ”.jelas polmer.

Setelah grup 2 berhasil menemukan Bastian Pakpahan dalam keadaan tewas,lalu mereka  menghubungi team lain untuk bersama-sama membawa korban keluar dari lokasi.Dikemiringan 70” yang sangat terjal,Camat Josua Napitupulu,dr Rustam Simbolon,Pendeta Yogi Simajuntak,Kapolsek Pangaribuan AKP MD Zen Harahap dibantu Pramuka dari SMAN 1 Pangaribuan berusaha mengeluarkat mayat dari lokasi. Proses evakuasi yang memakan waktu 3 tiga jam itu membuat tim kewalahan , namun dengan perjuangan,semangat solidaritas dan tanggung jawab yang tinggi Jasad bastian akhirnya tiba di lokasi pasir (posko 1),selanjutnya dibawa dengan mobil ambulance milik pemda taput yang sudah siaga sebelumnya.

Jam 15:30 wib,jasad Bastian Pakpahan akhirnya bisa dievakuasi dari lokasi hutan tagahambing dan langsung dibawa ke puskesmas kec pangaribuan untuk dibersihkan.Selanjutnya jasad korban diserahkan ke pihak dikeluarga.Isak tangis istri bastian,Sinur br Rajagukguk serta 5 orang anaknya yang masih kecil sungguh memilukan,tidak sedikit warga yang melihat terharu meneteskan air mata. Jam 17.40 wib Bastian Pakpahan dikebumikan secara agama kristen oleh Pendeta br Hasibuan,selamat jala bastian.

Camat Pangaribuan Josua Napitupulu didampingi Kapolsek AKP MD Zen Harahap ketika dikonfirmasi tapanulibersuara.com mengatakan upaya yang dikoordinirnya berhasil,sayang korban yang dicari sudah meninggal.

“Trimakasih kepada semua pihak atas partisipasinya,saya bersama bapak kapolsek dan atas nama Uspika kecamatan pangaribuan mengucapkan rasa trimaksaih atas kepedulian masyarakat selama ini.Usaha kita berhasil menemukannya,tapi apa mau dikata dia telah dipanggil yang maha kuasa.Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan segera terhibur”.ujar josua.

Dikatakannya,pihak keluarga bastian sempat meminta supaya mayat bastian pakpahan di autopsi untuk mengetahui apa penyebab kematiannya.Atas kesepakatan tokoh masyarakat setempat dan pihak keluarga bastian,niat autopsi tidak jadi dilaksanakan.Berhubung saksi-saksi yang ikut melihat kondisi jasadnya tidak melihat keanehan ataupun tanda-tanda kekerasan,akhirnya keluarga dan tokoh masyarakat sepakat penguburan dilaksanakan.(tom)

Penulis : Gompang Gultom
Editor : Admin
Sumber : www.tapanulibersuara.com
Kategori : Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Lingkungan, Peristiwa
Berita Lainnya
Minggu, 22 September 2019 01:09 WIB
Aksi World Cleanup Day SMAN 1 Pangaribuan 2019
Rabu, 22 Februari 2017 10:56 WIB
Ketua DPR RI Apresiasi Aksi Damai 212
1 Komentar

romora gultom


Selasa, 09 Mei 2017 11:24 WIB
ngerinai poang

Terpopuler
Video
Indeks Berita
www www