Rabu, 16 Oktober 2019
Gadis Berusia 16 Tahun Asal Desa Purbatua Kec Pangaribuan Korban Perkosaan Melahirkan.
2 Dari 3 Pelaku Yang Masih Semarga dan Sekampung Masih DPO
Kamis, 23 Maret 2017 21:59 WIB
2 Dari 3 Pelaku Yang Masih Semarga dan Sekampung Masih DPO
Moga Simatupang Terlihat Sedih Saat Mejaga Putrinya ES di RSU Tarutung

Taput,Tapanuli Bersuara

ES Gadis berusia 16 tahun asal Desa Purbatua Kec Pangaribuan Tapanuli Utara,Sumut, diperkosa oleh tiga remaja yang masih saudara satu marga dan kampung hingga hamil,kini sudah melahirkan di RSU Tarutung dengan normal.Kamis(22/3).

Perbuatan bejat dan tidak manusiawi ini dilakukan oleh ARS(17) warga desa purbatua,JUS(17) warga desa purbatua dan JOS(16)warga desa batunadua.Menurut pengakuan korban dan pelaku,kejadian tersebut sekitar juni 2016 di desa purbatua.Ketiga pelaku pemerkosaan saat ini masih berstatus pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan Kec Pangaribuan.

Awalnya M br Gultom (ibu ES) sekitar desember 2016 curiga melihat badan putrinya ES lain dari biasa,karena perutnya terus membuncit.Si ibu berusaha membujuk putrinya ES supaya mengaku apa yang terjadi kenapa perutnya terus membesar. ES yang memiliki kekurangan mental tidak bergeming dan tidak mau mengaku,baru setelah ayahnya Moga Simatupang membujuk akhirnya ES buka suara bahwa dirinya pernah diperkosa sampai dua kali oleh ARS,JUS dan JOS.

Mengetahui perutnya ES membesar karena hamil,kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Pangaribuan,1 dari 3 diduga pemerkosa ditangkap dan 2 lagi melarikan diri.

“Setelah saya bujuk,putri sulung saya mengaku bahwa dia pernah diperkosa sampai dua kali,pertama JUS dan ARS serta yang kedua JUS dan JOS dibelakang SDN Purbatua”ucap Moga S.

“Kejadian ini sangat menghina keluarga kami,masih saudara tega-teganya melakukan itu.Yang lebih miris dan menyayat hati,orang tua pelaku ini seperti tidak merasa bersalah,bahkan tidak pernah mau minta maaf.Saya berharap polisi segera menangkap dua lagi yang melarikan diri dan melalui media ini saya berharap KPAID Tapanuli Utara ikut mengawasi kasus ini karena anak saya masih dibawah umur dan memiliki keterbelakangan mental”.Tambahnya.

Setelah putrinya ES melahirkan,Moga Simatupang berjanji akan merawat anak itu,karena menurutnya anak itu tidak bersalah.

Sementara itu,Kapolres Taput AKBP Dudus H melalui Kasubbag Humas Aiptu W Barimbing membenarkan Kasus pemerkosaan anak dibawah umur yang menimpa ES sudah ditangani.

“Saat ini kasus tersebut telah ditangani Unit PPA Polres Taput. Polisi terus mengupayakan semaksimal mungkin dalam mengungkap kasus tersebut,termasuk akan memburu dua lagi tersangka yang masuk DPO.”Ucap Barimbing.

“Bahkan salah satu tersangka Atasnama JUS berkasnya sudah lengkap (P21) dan sekarang sudah kita limpahkan ke Kejari’jelas Barimbing.(Gompang Gultom)

Penulis : Tom
Editor : Admin
Kategori : Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Lingkungan, Peristiwa, Hukum
Berita Lainnya
Minggu, 22 September 2019 01:09 WIB
Aksi World Cleanup Day SMAN 1 Pangaribuan 2019
Rabu, 22 Februari 2017 10:56 WIB
Ketua DPR RI Apresiasi Aksi Damai 212
1 Komentar

tantri


Jumat, 24 Maret 2017 08:47 WIB
Kejam ya keluarga si cowok,masa minta maaf aja gak mau? Kasihan sekali keluarga korban,harus menahan malu jadi nanti anak itu bermarga apa dibuat? Semoga di beri kemudahan oleh Yang MAHA KUASA GOD BLESS ????

Terpopuler
Video
Indeks Berita
www www